Tampilkan postingan dengan label Clipping. Tampilkan semua postingan
Apa Itu Virus Corona? Berikut Bentuk, Ciri-ciri, Gejala Hingga Penyebaran dan Penanganannya
Sejak awal 2020, dunia digemparkan dengan sebuah virus yang menyerang pernapasan manusia dan dapat menyebabkan kematian.
Virus yang dinamakan SARS-CoV-2 tersebut awalnya berasal dari Provinsi Wuhan, China, dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia.
Hingga Selasa (17/3/2020), jumlah kasus terinfeksi mencapai 183.202 orang di 162 negara, dengan angka kematian 7.177 orang dan total pasien sembuh sebanyak 79.905 orang.
Di Indonesia sendiri, virus tersebut baru ditemukan pada awal Maret, hingga saat ini jumlah pasien positif terjangkit virus corona tercatat 172 kasus.
Lalu, sebenarnya apa itu virus corona?
Virus corona atau coronavirus (CoV) merupakan keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.
Kata corona sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota.
Nama ini diberikan karena bentuk virus corona menyerupai mahkota.
Sedangkan penyakit yang disebabkan terinfeksi SARS-CoV-2 disebut Covid-19, yang merupakan akronim dari coronavirus disease 19.
Bagaimana gejala Covid-19?
Ciri-ciri virus corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:
Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius
Batuk kering
Lemas
Sakit tenggorokan
Sesak atau kesulitan bernapas
Sakit kepala
Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari.
Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya.
Jika Anda memiliki gejala seperti yang tercantum di atas dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.
Bagaimana Covid-19 menyebar?
Virus corona bersifat zoonotik.
Ini berarti virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia.
Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran virus corona dapat melalui droplet pernapasan.
Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi virus corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia.
Sehingga virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.
Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.
Siapa yang berisiko terinfeksi Covid-19?
Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika Anda berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi virus corona.
Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus corona.
Melansir Healthline, Selasa (17/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari melaporkan rata-rata orang yang terinfeksi virus berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.
Hal ini berarti orang tua dan laki-laki rentan terinfeksi virus corona. Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.
Bagaimana penanganan Covid-19?
Para ahli kesehatan masih berusaha menemukan vaksin serta cara penanganan yang efektif untuk menghadapi virus ini.
Namun, hingga saat ini, kebanyakan negara mengambil tindakan isolasi untuk menahan penyebaran virus corona.
Sejauh ini, para tenaga medis lebih fokus pada pengelolaan gejala saat virus bekerja pada pasien.
Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi, pasien menjalani swab tenggorok dan pemeriksaan laboratorium DNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kemudian, tenaga medis akan melakukan monitoring dan terapi kepada pasien.
Monitoring dan terapi tersebut meliputi:
Isolasi
Implementasi PPI
Serial foto toraks
Suplementasi oksigen
Antimikroba empiris
Terapi simplomatik
Terapi cairan
Ventilasi mekanis
Penggunaan vasopressor
Observasi
serta pemilahan terapi penyakit penyerta.
Apa saja kemungkinan komplikasi dari Covid-19?
Komplikasi paling serius dari infeksi SARS-CoV-2 adalah sejenis pneumonia yang disebut novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).
Penelitian dari 138 orang dengan NCIP yang dirawat di rumah sakit di Wuhan, China, sekitar 26 persen alami penyakit yang parah dan harus dirawat di ruang ICU.
Sekitar 4.3 persen di antaranya mengalami kematian.
Sejauh ini, NCIP merupakan satu-satunya komplikasi yang terkait dengan Covid-19.
Namun, para peneliti masih mengamati komplikasi lainnya yang mungkin juga dialami pasien Covid-19, di antaranya:
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Detak jantung tidak teratur (arrhythmia)
Kejang kardiovaskular
Nyeri otot yang parah (myalgia)
Kelelahan
Serangan jantung
Bagaimana cara mencegah terinfeksi Covid-19?
Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran virus corona, Anda dapat melakukan hal-hal berikut, yaitu::Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer
Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan
Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu
Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain
Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda
Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, meja, dan lainnya
Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Apa Itu Virus Corona? Berikut Bentuk, Ciri-ciri, Gejala Hingga Penyebaran dan Penanganannya, https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/17/apa-itu-virus-corona-berikut-bentuk-ciri-ciri-gejala-hingga-penyebaran-dan-penanganan-covid-19?page=4.
Editor: Panji Baskhara
Sumber: https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/17/apa-itu-virus-corona-berikut-bentuk-ciri-ciri-gejala-hingga-penyebaran-dan-penanganan-covid-19?page=4
Virus yang dinamakan SARS-CoV-2 tersebut awalnya berasal dari Provinsi Wuhan, China, dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia.
Hingga Selasa (17/3/2020), jumlah kasus terinfeksi mencapai 183.202 orang di 162 negara, dengan angka kematian 7.177 orang dan total pasien sembuh sebanyak 79.905 orang.
Di Indonesia sendiri, virus tersebut baru ditemukan pada awal Maret, hingga saat ini jumlah pasien positif terjangkit virus corona tercatat 172 kasus.
Lalu, sebenarnya apa itu virus corona?
Virus corona atau coronavirus (CoV) merupakan keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.
Kata corona sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota.
Nama ini diberikan karena bentuk virus corona menyerupai mahkota.
Sedangkan penyakit yang disebabkan terinfeksi SARS-CoV-2 disebut Covid-19, yang merupakan akronim dari coronavirus disease 19.
Bagaimana gejala Covid-19?
Ciri-ciri virus corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:
Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius
Batuk kering
Lemas
Sakit tenggorokan
Sesak atau kesulitan bernapas
Sakit kepala
Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari.
Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya.
Jika Anda memiliki gejala seperti yang tercantum di atas dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.
Bagaimana Covid-19 menyebar?
Virus corona bersifat zoonotik.
Ini berarti virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia.
Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran virus corona dapat melalui droplet pernapasan.
Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi virus corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia.
Sehingga virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.
Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.
Siapa yang berisiko terinfeksi Covid-19?
Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika Anda berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi virus corona.
Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus corona.
Melansir Healthline, Selasa (17/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari melaporkan rata-rata orang yang terinfeksi virus berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.
Hal ini berarti orang tua dan laki-laki rentan terinfeksi virus corona. Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.
Bagaimana penanganan Covid-19?
Para ahli kesehatan masih berusaha menemukan vaksin serta cara penanganan yang efektif untuk menghadapi virus ini.
Namun, hingga saat ini, kebanyakan negara mengambil tindakan isolasi untuk menahan penyebaran virus corona.
Sejauh ini, para tenaga medis lebih fokus pada pengelolaan gejala saat virus bekerja pada pasien.
Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi, pasien menjalani swab tenggorok dan pemeriksaan laboratorium DNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kemudian, tenaga medis akan melakukan monitoring dan terapi kepada pasien.
Monitoring dan terapi tersebut meliputi:
Isolasi
Implementasi PPI
Serial foto toraks
Suplementasi oksigen
Antimikroba empiris
Terapi simplomatik
Terapi cairan
Ventilasi mekanis
Penggunaan vasopressor
Observasi
serta pemilahan terapi penyakit penyerta.
Apa saja kemungkinan komplikasi dari Covid-19?
Komplikasi paling serius dari infeksi SARS-CoV-2 adalah sejenis pneumonia yang disebut novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).
Penelitian dari 138 orang dengan NCIP yang dirawat di rumah sakit di Wuhan, China, sekitar 26 persen alami penyakit yang parah dan harus dirawat di ruang ICU.
Sekitar 4.3 persen di antaranya mengalami kematian.
Sejauh ini, NCIP merupakan satu-satunya komplikasi yang terkait dengan Covid-19.
Namun, para peneliti masih mengamati komplikasi lainnya yang mungkin juga dialami pasien Covid-19, di antaranya:
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Detak jantung tidak teratur (arrhythmia)
Kejang kardiovaskular
Nyeri otot yang parah (myalgia)
Kelelahan
Serangan jantung
Bagaimana cara mencegah terinfeksi Covid-19?
Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran virus corona, Anda dapat melakukan hal-hal berikut, yaitu::Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer
Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan
Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu
Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain
Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda
Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, meja, dan lainnya
Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Apa Itu Virus Corona? Berikut Bentuk, Ciri-ciri, Gejala Hingga Penyebaran dan Penanganannya, https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/17/apa-itu-virus-corona-berikut-bentuk-ciri-ciri-gejala-hingga-penyebaran-dan-penanganan-covid-19?page=4.
Editor: Panji Baskhara
Sumber: https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/17/apa-itu-virus-corona-berikut-bentuk-ciri-ciri-gejala-hingga-penyebaran-dan-penanganan-covid-19?page=4
INFO PEKALONGAN
Setelah kemarin siang wilayah Bojong diguyur hujan, banyak pengendara sepeda motor menjadi korban akibat jalan yg licin karena dampak dari tanah urugan proyek Tol yg tercecer.
Yang paling parah adalah kaki seorang bapak terlindas truk di Sebelah selatan Kantor kecamatan, Jalan Raya Bojong, Kabupaten Pekalongan, Pada Selasa (15/5/2018) Sore. Bapak tersebut jatuh kepleset lalu dari belakang ada truk yang melindas kakinya hingga patah.




SUMBER : INFO PEKALONGAN
Tag :
Clipping,
INFO PEKALONGAN,
10 Amalan Untuk Membangun Rumah di Syurga
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta
alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah-Shallallahu 'Alaihi Wasallam-,
keluarga dan para sahabatnya.
Setiap rumah yang kita tempati sekarang –sebagus
apapun itu- akan rusak dan hancur. Sebabnya bisa beragam seperti kebakaran,
gempa bumi, longsor, tertabrak kereta dan sebab lainnya. Jikapun rumah kita
tetap kokoh maka ia tak akan bisa melindungi kita dari kematian. Inilah rumah
kita di kehidupan dunia.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ
كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
“Di mana saja kamu berada, kematian akan
mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”
(QS. Al-Nisa’: 78)
Untuk rumah di dunia ini, manusia terus bekerja keras,
banting tulang, peras keringat siang-malam. Cari pinjaman sana-sini untuk
mengredit rumah sepetak yang lusuh dan tak tahan lama. Padahal rumah tersebut
akan fana, hancur, dan usang di makan masa. Atau dengan kemegahannya akan
ditinggalkan oleh pemiliknya selama-lamanya.
Kehidupan akhirat pasti kita masuki. Tak satupun
manusia bisa mengelak darinya. Di sana ada kehidupan yang lebih kekal dan
abadi. Orang-orang beriman akan dimuliakan dengan rumah megah lagi indah sesuai
dengan tingkat iman dan takwanya. Kenapa kita tidak lebih serius dan
sungguh-sungguh berusaha mencari jalan dan mengupayakan sebab untuk memiliki
rumah di sana?
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengabarkan
kepada kita tentang sifat-sifat rumah surga yang sangat indah dan bahan
bakunya.
لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ
وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ
وَتُرْبَتُهَا الزَّعْفَرَانُ مَنْ دَخَلَهَا يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ وَيَخْلُدُ
لَا يَمُوتُ لَا تَبْلَى ثِيَابُهُمْ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ
“Bangunannya dari batu bata berupa perak dan emas,
adukannya dari minyak wangi kesturi Al-Adzfar, kerikilnya dari mutiara dan
permata, kerikilnya dari zakfaron. Siapa yang memasukinya akan merasa nikmat
dan tidak akan meninggalkannya, kekal tidak akan mati, pakaiannya tidak kotor
dan senantiasa muda tidak akan tua.” (HR. Al-Tirmidzi & Ahmad.
Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 3116)
Amal-amal Berbonus Rumah di Surga
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengabarkan
adanya beberapa amal yang berbonus rumah di surga. Sebagiannya terlihat ringan,
sebagian lainnya butuh modal besar, dan sebagian lainnya membutuhkan
pengorbanan. Di antara amal-amal tersebut adalah:
1. Membangun masjid karena Allah
Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu 'Anhu,
berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّه لَهُ بَيْتًا
فِي الْجَنَّة
“Siapa yang membangun satu masjid untuk Allah maka
Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (Muttafaq ‘alaih)
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا مِنْ مَالٍ حَلَالٍ بَنَى
اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة
“Siapa yang membangun satu masjid untuk Allah dari
harta yang halal maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.”
(HR. Al-Baihaqi dalam Syuabul Iman, al-Thabrani dalam al-Ausath, dan lainnya)
Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu, berkata:
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ
أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Siapa membangun masjid karena Allah walau seperti
sarang burung atau lebih kecil dari itu maka Allah akan membangunkan untuknya
satu rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah, al-Bazzar dan Ibnu Hibban.
Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6128)
2. Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali
Dari hadits Mu’adz bin Anas Radhiyallahu 'Anhu,
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى
يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang membaca Qul Huwallaahu Ahad (Surat
Al-Ikhlash) sampai menghatamkannya sebanyak sepuluh kali niscaya Allah
bangunkan untuknya intana di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas
al-Juhani & dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 589)
3. Memuji Allah dan beristirja’ saat diuji dengan
kematian anak
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu 'Anhu,
bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ
لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ
قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ
عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي
بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah
berfirman kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?”
Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah
hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh
hamba-Ku?” Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa
Lilaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku
rumah di surga dan namai ia Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi dan beliau
menghassankannya , juga dihasankan oleh Syaikh Al AlBani di Shahih al-Jami’)
4. Membaca doa masuk pasar
Dari Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu,
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ
وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ
سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي
الْجَنَّةِ
“Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Laa
Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii,
Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli
Syai-in Qadiir” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan, menghapuskan
darinya sejuta kejelekan, mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat, dan
membangunkan untuknya rumah di surga”." ( HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah,
Al-Hakim. Syaikh Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan)
. . . Kenapa kita tidak lebih serius dan
sungguh-sungguh berusaha mencari jalan dan mengupayakan sebab untuk memiliki
rumah di akhirat?. . .
5. Menutup celah barisan shaf shalat
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha, Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي
الْجَنَّةِ وَ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً
“Siapa menutup celah (pada barisan shalat) niscaya
Allah bangunkan untuknya rumah di surga dan mengangkat derajatnya dengan
perbuatannya itu.” (HR. Al-Muhamili dalam Amaalinya dan dishahihkan
Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 1892)
6. Menjaga shalat-shalat sunah rawatib dua belas
rakaat
Dari Ummu Habibab Radhiyallahu 'Anha, berkata:
Aku Mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ
وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam
niscaya dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)
Shalat 12 raka’at itu adalah empat rakaat sebelum
Dzuhur & dua rakaat sesudahnya, dua raka’at sesudah maghrib, dua rakaat
setelah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh sebagaimana yang terdapat dalam
hadits ‘Aisyah dalam Sunan al-Tirmidzi dan Ibnu majah.
7. Iman, islam, hijrah dan berjihad fi sabilillah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda,
أَنَا زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي
وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ
الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ
اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ
وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ
لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ حَيْثُ شَاءَ أَنْ
يَمُوتَ
“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk
islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan
surga yang paling tinggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk Islam
dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang
paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun
kebaikan, dan lari dari semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia
kehendaki untuk meninggal.” (HR. Al-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim.
Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).
8. Menghindari debat walaupun dalam posisi yang benar
9. Meninggalkan dusta dalam becanda
10. Berakhlak mulia
Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ
تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ
تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ
حَسَّنَ خُلُقَه
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah
(surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia
dalam posisi yang benar, juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang
meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di
puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia.” (HR. Abu Dawud,
al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Syaikh Al-Albani menghassankannya di Shahih
al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1648)
Inilah beberapa amalan yang diberitakan oleh Nabi Shallallahu
'Alaihi Wasallam berbonus rumah di surga. Orang hidup pasti menginginkan
tempat tinggal yang indah, megah, sejuk, dan nyaman. Maka untuk kehidupan yang
kekal di akhirat hendaknya lebih semangat memiliki rumah idaman tersebut.
Tentunya rumah-rumah itu membutuhkan pernak-pernik dan perhiasannya; dari kamar
dan ruangan, perbendaharaan dan perhiasannya, serta pepohonannya. Dan Nabi Shallallahu
'Alaihi Wasallam teleh menjelaskan amal-amal untuk menyempurnakannya,
sebagaimana yang sudah kami tuliskan terdahulu. Wallahu a’lam.
Sumber http://voa-islam.com
Sumber http://voa-islam.com
HATI-HATI YANG SUKA NGUPIL
Mengorek hidung alias mengupil
memang mengasyikan, apalagi jika dilakukan sambil bengong dan menerawang. Tapi
hati-hati lho karena meskipun
mengasyikan ada bahaya yang mengintai saat sedang mengupil dan bisa saja
berakibat fatal. Apa sajakah itu? Simak ulasan yang satu ini.
1.Mudah Flu
Didalam hidung terdapat selaput lendir yang berfungsi untuk
melindungi hidung dari luka seperti lecet. Dengan memasukkan jari kedalam
hidung membuat selaput lendir ini terkontaminasi sehingga bisa menyebabkan
seseorang lebih mudah terkena penyakit flu. Apalagi jika jari tersebut kotor.
2.Mimisan
Terlalu sering mengupil apalagi jika kuku panjang akan
membuat hidung rentan luka dan menyebabkan mimisan.
3.Infeksi
Selain infeksi virus flu, terlalu sering mengupil
menyebabkan kuman dan bakteri lebih mudah masuk ke hidung dan menyebar ke
bagian tubuh lain.
4.Membuat Rontok Rambut Hidung
Aktivitas mengupil bisa menyebabkan rambut hidung rontok
karena memasukkan jari dan berusaha untuk mencari kotoran hidung. Jika rambut
hidung rontok, maka kemampuan hidung untuk menyaring kotoran menjadi berkurang.
Jika hal tersebut terjadi, infeksi dan penyakit mudah menjangkiti.
5.Meninggal
Kondisi ini bisa terjadi jika memaksa mengeluarkan upil yang
besar. Di dalam hidung terdapat tulang yang disebut tulang ethmoid, tulang ini
memisahkan hidung dari otak. Jika pada saat mengupil seseorang menusuk tulang
ini, maka cairan di otak bisa bocor yang menyebabkan meningitis.
Masih Suka Ngupil?
DAFTAR BEBERAPA PRODUK MAKANAN HARAM ATAU DIRAGUKAN KEHALALANNYA BERDASARKAN SYARIAT ISLAM
Saat ini, di pasaran banyak beredar produk (dan bahan baku penyusun)
makanan, obat, kosmetika yang diragukan kehalalannya menurut syariat
Islam. Apabila mengacu pada beberapa ayat dalam Kitab Suci Al Qur’an
(QS. 2 : 219, 2 : 172-173, 5 : 3, 5 : 90, dll) dan Hadis Nabi SAW, maka
beberapa di antaranya dipastikan jelas-jelas haram.
Beberapa produk dan atau bahan baku (ingredient) penyusun produk makanan, obat, dan kosmetika tersebut di antaranya adalah :
1. Ang ciu
Ang
ciu sering sekali dipakai dalam mengolah Sea Food (masakan ikan),
Chinese Food (masakan Cina), Japanese Food (masakan Jepang), Bakmi ikan,
Bakso ikan, dll. Ang ciu ini bermanfaat untuk menghilangkan bau amis
pada masakan ikan sekaligus mampu mempertahankan aroma ikannya. Istilah
dalam bahasa Inggris untuk ang ciu ini bermakna Red Wine dan dalam
bahasa Indonesia berarti anggur merah/arak merah. Oleh karena merupakan
arak (wine), maka dipastikan ang ciu ini haram dikonsumsi oleh orang
Islam. Produk lain yang memiliki fungsi mirip ang ciu adalah arak putih
(peng ciu), arak mie, arak gentong, sake, mirin, sari tape, dll. Semua
jenis arak ini diharamkan krn memiliki sifat khamr (memabukkan).
2. Emulsifier/stabilizer : E470, E471, E472, E473, E474, dan E475
Emulsifier
banyak jenisnya. Yang cukup terkenal dan sering dipakai adalah Lesitin
dan beberapa produk lain yg menggunakan kode awalan E (E-numbers; Exxx).
Telah diketahui oleh banyak ilmuwan di bidang pangan, bahwa E470-E475
adalah emulsifier & stabilizer turunan ASAM LEMAK. Karena mereka
adalah turunan asam lemak, maka status kehalalannya tergantung asal
lemak yang dipakai. Apabila berasal dari lemak nabati (tanaman), maka ia
HALAL dimakan. Namun, jika ia berasal dari lemak babi atau lemak hewan
halal yg tidak disembelih secara syar'i, maka statusnya HARAM
dikonsumsi. Kandungan bahan haram (senyawa turunan babi)
pada emulsifier/stabilizer bisa pula dicek menggunakan berbagai
perangkat analisis kimia, seperti : Polymerase Chain Reaction (PCR), Gas
Chromatography - Mass Spectrum (GC MS), Fourier Transform Infra Red
(FTIR), dll. perangkat-perangkat analisis tsb cukup efektif dalam
mendeteksi kandungan babi dalam suatu bahan. Hampir dapat dipastikan
apabila suatu bahan makanan mengandung babi, maka tidak akan dapat lolos
karena yang dideteksi adalah DNA babi. Catatan : apabila sebuah produk
makanan/minuman/bumbu masakan menggunakan emulsifier dgn kode E470-475,
namun telah disertifakasi halal oleh auditor halal LPPOM MUI, maka telah
dipastikan bahwa emulsifier yg bersangkutan adalah berasal dari bahan
halal.
3. Lesitin
Lesitin merupakan salah satu bahan
pengemulsi makanan. Bahan ini dapat berasal dari bahan nabati
(tumbuhan) dan dapat pula dari bahan hewani. Bahan nabati yang paling
sering dipakai dan disukai karena kualitasnya adalah kedelai, sehingga
digunakan istilah Soy Lechitine atau Soya Lecithin (Soja Lecithin).
Bahan hewani yang paling sering dipergunakan adalah dari babi. Di
samping karena kualitasnya yang paling baik, juga karena harganya
relatif murah.
Hasil produk makanan yang menggunakan lesitin babi
sangat bagus, rasanya gurih, nikmat, teksturnya lembut/lunak, dll. Oleh
karena teknologi makanan (bakery, dll) sudah sedemikian maju, maka
apabila lesitin yang dipakai oleh suatu perusahaan berasal dari kedelai,
maka mereka tidak akan mau ambil resiko produknya tidak akan laku
dijual (dihindari konsumen muslim dan para vegeterian). Untuk itu,
apabila mereka menggunakan kedelai, maka akan langsung mencantumkan
identitas ‘kedelai’ untuk mendampingi lesitin. Sehingga berhati-hatilah
bila kita menjumpai suatu produk yang hanya ditulis ‘lesitin’ saja,
tanpa embel-embel soja, soy, atau soya, karena bisa jadi lesitin
tersebut berasal dari babi. Status hukum lesitin kedelai adalah halal.
Lesitin babi dan lesitin dari hewan halal yg tidak disembelih secara
syar'i hukumnya HARAM.
4. Rhum
Rhum adalah salah
satu cairan beralkohol yang sering dipakai dalam proses pembuatan roti
(bakery). Roti black forest, sus fla, dan taart sering menggunakan
rhum. Oleh karena mengandung ethanol (ethyl alcohol) minimal 38-40% dan
memiliki sifat memabukkan (bila dikonsumsi dalam jumlah banyak), maka
rhum ini dikategorikan sbg khamr. Jenis rhum yang paling sering
dipergunakan adalah rhum semprot dan rhum oles (contohnya : Toffieco,
Jamaica, dll). Di toko bahan roti, nama rhum ini sedemikian harum,
seharum baunya yang menyengat, sebagaimana umumnya bahan lain yang
berasal dari alkohol. Oleh karena termasuk dalam kategori khamr, maka
umat Islam dilarang menggunakan rhum ini.
5. Lard
Lard adalah istilah khusus dalam bidang peternakan untuk menyebut lemak babi (istilah khusus untuk lemak sapi adalah thallow).
Bahan ini serig sekali dimanfaatkan dalam proses pembuatan kue/roti
karena mampu membuat roti/kue menjadi lezat, nikmat, renyah, lentur,
dll. Oleh karena merupakan bahan yang berasal dari babi, maka secara
otomatis Lard ini dihukumi haram. Hati-hati bila membeli roti di toko
roti yg tidak memiliki Sertifikat Halal. Bisa jadi bau harum semerbak
roti yg sedap juga merupakan efek yg diharapkan dari penggunaan LARD.
Catatan
: beberapa tahun yg lalu, salam seorang dosen senior di Fak. Peternakan
UGM pernah menemukan tulisan Lard dengan huruf Arab pada sebuah produk
makanan di Australia. Meskipun ditulis dengan huruf Arab, tetap saja
Lard HARAM hukumnya.
6. Kuas Bulu Putih (Bristle)
BPS
melaporkan bahwa pada periode Januari – Juni 2001, Indonesia mengimpor
“Boar Bristle dan Pig/Boar Hair” sejumlah 282,983 ton atau senilai USD
1.713.309. Apa yang menarik?
Sekadar tahu, Anping adalah
perusahaan yang memiliki sejarah 400 tahun dalam memproses bristle dan
bulu ekor hewan. Perusahaan ini merupakan pusat distribusi terbesar bulu
ekor hewan di utara Cina. Disebutkan, sekitar 50.000 orang lebih yang
bergabung dalam proses produksinya dan memiliki lebih dari 1.000
workshop yang menyebar di berbagai negara.
Kata kunci yang
menunjukkan identitas kuas putih ini adalah tulisan Bristle pada gagang
kuas, yang dalam Kamus Webster berarti Pig Hair (bulu babi).
Berdasarkan
hasil survei Tim Jurnal Halal, maka untuk membedakan apakah bulu kuas
yang kita pergunakan berasal dari bulu/rambut babi atau yang lain
dilakukan dengan cara yang sangat mudah dan sederhana. Bulu binatang
mengandung suatu protein yang disebut KERATIN. Keratin merupakan salah
satu kelompok protein yang dikenal sebagai protein serat. Sebagaimana
halnya protein, maka rambut/bulu yang mengandung keratin saat dibakar
akan menimbulkan bau yang khas. Bau khas tersebut sama ketika kita
mencium aroma daging yang dipanggang.
Sementara bila kuas itu
terbuat dari ijuk, sabut, atau plastik, maka pasti tidak akan
mengeluarkan aroma spesifik selain bau abu pembakaran. Ketika
dibandingkan dengan sapu ijuk dibakar jelas sekali terdapat perbedaan
bau yang sangat kentara. Karena terbuat dari bulu babi, maka kuas
tersebut najis, sehingga bila dipergunakan untuk mengoles roti, maka
roti tersebut terkena najis. Singkatnya, benda najis hukumnya haram
dimakan.
Catatan : kuas najis ini ternyata juga banyak dipakai
untuk mengoleskan bumbu pada JAGUNG BAKAR, pecel lele, ikan bakar, AYAM
PANGGANG, barbeque, dll.
7. Alkohol (dan derivatnya) dalam obat
Beberapa
macam obat (influenza) yang tercatat menggunakan alkohol atau
derivatnya (turunannya, seperti : ethanol, dll) adalah : Vicks, Vicks
Formula 44, OBH, OBH Combi Plus, Woods, Benadryl, Actifed, serta Tonikum
Bayer. Oleh karena Rasulullah SAW melarang penggunaan bahan haram pada
obat, maka haram hukumnya mengkonsumsi obat yg tercemar khamr
tsb.Catatan : saat ini telah ada beberapa produk obat flue cair yg telah
memiliki sertifikat halal.
8. Urine dan Organ Dalam
Komisi
Fatwa MUI Pusat mengeluarkan Fatwa Munas No. 2 Tgl. 30 Juli 2000 pada
Munas VI – Majelis Ulama Indonesia Tahun 2000 di Jawa Barat bahwa urine,
keringat, darah, dan organ tubuh yang telah keluar dari tubuh manusia
haram dikonsumsi kembali. Selain itu, seluruh organ tubuh manusia haram
dipakai dalam pembuatan makanan, obat, dan kosmetika.
9. Daging dan Jerohan Impor
Hati-hati
ketika membeli produk daging beku di supermarket (mall, dll). Sebelum
membeli daging, hendaklah kita tanyakan pada penjual
(penjaga/pramuniaganya), dari manakah daging beku tersebut berasal.
Pemerintah negara Switzerland tidak mengijinkan Syariat Islam maupun
Yahudi dalam penyembelihan ternak diterapkan. Untuk itu, karena ternak
(sapi, kambing, dll) tidak disembelih sebagaimana Syariat Islam, maka
daging tersebut menjadi haram dimakan.
Lain hal dengan New Zealand
(Selandia Baru). Di negara tersebut Syariat Islam dalam penyembelihan
telah ditegakkan. Namun sayangnya, seringkali jerohannya tidak terawasi
dengan baik dan sering bercampur dengan produk haram.
10. Cokelat Impor
Ketika
kita mendapatkan oleh-oleh cokelat dari teman yang pulang dari luar
negeri terkadang kita sering terlalu senang dan kurang berhati-hati.
Tanpa membaca ingredients-nya (bahan baku), maka kita sering langsung
menyantapnya. Tentunya bukan cokelatnya yang diharamkan! Akan tetapi,
seringkali di beberapa negara di Eropa dan Amerika, produsen pembuat
cokelat sering mencampurkan khamr, seperti : alcohol, ethanol, wine,
Scotch, brandy, whiskey, spirits, dll. Padahal kesemuanya itu jelas
termasuk dalam kelompok khamr yang diharamkan bagi umat Islam. Untuk
itu, apabila kita temukan dalam daftar ingredients-nya ada bahan yang
haram, maka selaku umat Islam yang taat pada Syariat Islam, maka makanan
tersebut harus kita tinggalkan (tidak kita santap).
11. Plasenta Dalam Kosmetik
Kosmetik
La-Tulipe produksi (PT. Rembaka – Sidoarjo, Jawa Timur), Musk by Alyssa
Ashley, St Yves, dan Snow White Lily PERNAH dilaporkan oleh Majalah
Jurnal Halal (sktr tahun 2004) menggunakan plasenta manusia. Plasenta
(organ dalam) manusia HARAM dipergunakan sebagai bahan kosmetika (lihat
Bab Urine dan Organ Dalam). Dalam Munas ke-4 tahun 2000, Komisi Fatwa
MUI telah mengeluarkan fatwa mengenai keharaman penggunaan kembali organ
tubuh yg telah keluar dari tubuh manusia. Oleh karena itu, placenta,
amniotic liquid (air ketuban), collagen (kolagen) yg berasal dari tubuh
manusia HARAM dipakai dalam kosmetik maupun obat.
Catatan : Thn
2009 yg lalu, PT. Rembaka mengganti plasenta manusia dgn fito-plasenta
(plasenta tanaman), sehingga La Tulipe sekarang telah mendapatkan
Sertifikat Halal dari LPPOM MUI Prop. Jawa Timur.
Penulis :
Nanung Danar Dono
Dosen Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta
PhD student di College of Medical, Veterinary, dan Life Sciences, Univ. Glasgow, Scotland UK
KULTUR JARINGAN PISANG
Tumbuhan pisang dapat dengan mudah dikulturkan dengan cara :
Kultur kalus
Kultur tunas → lebih mudah propagasi
Kelebihan :
Bebas patogen tertentu kecuali penyakit virus : BBTV dan mosaik
Relatif seragam
Kelemahan :
Kurang tahan penyakit karena terbiasa diperlakukan penuh nutrisi.
Eksplan
Syarat-syarat eksplan yang baik :
Berasal dari induk yang sehat dan subur.
Berasal dari induk yang diketahui jenisnya.
Tempat tumbuh pada lingkungan yang baik.
Ukuran tunas optimal sekitar 5 cm tingginya ( biasanya ukuran tunas yang bisa dipakai sebagai eksplan adalah tunas yang berukuran antara 5 – 10 cm ), bukan tunas yang baru tumbuh atau yang sudah kelewat besar.
Untuk pisang kapok sering tunas perlu digali lebih dalam dari dalam tanah.
Untuk pisang jenis lain baiknya tunas yang kelihatan dari tanah ( Bahasa Jw : ngangkrik )
Tunas langsung diproses sesegar mungkin dan bila terpaksa jangan dimasukkan ke dalam kulkas.
Contoh eksplan pisang
Sterilisasi eksplan
Tunas hidup di atas tanah sering banyak tanah yang melekat perlu dibersihkan hal ini karena pada eksplan tunas pisang mengandung bakteri internal seperti Pseudomonas dan Erwinia. .
Tahapan sterilisasi eksplan :
Tunas dibersihkan dari sisik dan kulit luar satu lapis.
Tunas dicuci dan disikat dengan sabun sampai bersih kemudian ditiriskan.
Tunas diperkecil dengan dikupas seludangnya sampai berbentuk seperti kerucut di atas kubus ukuran 2 x 2 cm persegi.
Tunas dimasukkan ke dalam gelas piala bersih dan disterilisasi dengan kloroks 0,5 % selama 5 menit.
Bila perlu sterilisasi dapat juga dilakukan dengan sublimat 0,1 % selama 2 menit kemudian dicuci dengan air steril.
Pekerjaan no 1 sampai dengan no 5 dapat dilakukan di ruang terbuka.
Tunas diperkecil lagi setengahnya di dalam laminar air flow. Dan langsung disterilisasi dalam 0,5 % kloroks yang mengandung 0,5 / liter vitamin C selama 5 menit.
Selain cara di atas ada cara yang lain lagi dimana langkah pertama dan kedua sama seperti di atas.
Kemudian setelah tunas dibersihkan dari sisik dan kulit luar satu lapis, kemudian tunas direndam dalam larutan formalin 30 % ( setara dengan 10 % formaldehid ) selama 10 menit.
Setelah itu pelepah paling luar dibuang lagi satu lapis lalu tunas direndam lagi dalam larutan agrimycin 5 gram/ liter selama 12 jam.
Setelah 12 jam perendaman, tunas dicuci untuk menghilangkan sisa-sisa bakterisida. Setelah itu lalu dimasukkan dalam larutan kloroks / bayclin 50 % dan dibiarkan selama 15 menit.
Kemudian setelah itu dimasukkan ke dalam laminar air flow cabinet, pelepah tunas dibuka lagi sebanyak 1 – 2 lapis dan kemudian direndam ke dalam larutan kloroks 20 % selama 10 menit.
Setelah dibilas dengan air steril, tunas direndam ke dalam larutan betadine 20 % selama 10 menit. Ukuran terakhir tunas +/- 1 – 2 cm.

Sterilisasi eksplan di dalam laminar air flow

Eksplan dikupas lapisan bagian luarnya
Kemudian setelah proses sterilisasi eksplan selesai dilakukan eksplan ditiriskan di atas cawan petri beralaskan kertas saring steril. Eksplan siap di tanam dalam medium.

Eksplan yang siap ditanam
Medium kultur jaringan pisang
Medium kultur jaringan pisang pada dasarnya adalah medium MS dengan modifikasi vitamin dan hormon. Unsur makro dan mikro sama, dengan sedikit perbedaan yaitu sukrosa 30 gram diganti dengan D-glukosa atau dektrosa ( teknis atau p.a. ). Menurut pengalaman penggantian ini menyebabkan pertumbuhan lebih cepat.
Vitamin :
Biotin : 0,05 ppm
Myo inositol : 1 ppm
Thiamin : 0,4 ppm
Piridoksin : 4 ppm
Ascorbic acid : 5 – 50 ppm
Gula :
Dextrosa : 30 gram
Medium :
P1 : ½ MS + Vitamin + 5 – 7 ppm BA + 100 ml air kelapa
P2 : MS + Vitamin + 5 – 7 ppm BA + 100 ml air kelapa
P3 : MS + Vitamin + 2 ppm IBA / IAA + 0,1 kinetin + 100 ml air kelapa
Keterangan :
P1 : medium inisiasi tunas
P2 : medium perbanyakan tunas
P3 : medium perakaran
Untuk tiap jenis pisang susunan medium dapat diubah sesuai kebutuhan.
Pisang yang pertumbuhannya subur seperti Kapok memerlukan BA yang lebih banyak, dan auksin yang lebih rendah.
Tahapan penanaman :
Inisiasi Tunas
Tunas yang sudah siap tanam dimasukkan ke dalam medium P1 ( medium inisiasi tunas )

Eksplan dalam medium inisiasi tunas
Inkubasikan selama 2 minggu sampai terlihat warna kehijauan di eksplannya.
Kupas lagi eksplannya dengan cara aseptis sampai berukuran ½ nya. Tanam kembali sampai terlihat hijau lagi dan itu artinya eksplan hidup.
Eksplan berubah warna menjadi kehijauan
Belah eksplan menjadi dua bagian dan kemudian diletakkan titik tumbuhnya menempel pada medium. Tunggu sampai muncul tunas kecil dan berwarna putih seukuran 2 – 3 mm.

Sebagai catatan proses terjadinya multiplikasi tunas yang pertama biasanya terjadi antara minggu ke 8 – 12. Dan setelah terjadi multiplikasi tunas ini baru bisa dilakukan subkultur.
Perbanyakan tunas
Tunas yang tumbuh dipotong dan dipindahkan ( disubkultur ) ke medium P1 ( medium inisiasi tunas ) lagi dengan hati-hati, jangan sampai rusak.
Tunas yang sudah tumbuh banyak harus sering dipecah dan dipindahkan ( disubkultur ) ke medium P1 ( medium inisiasi tunas ) lagi.
Tunas yang cukup besar, besarnya seragam dan mulai mengalami differensiasi organ lain yaitu daun dipindahkan ( disubkulturkan ) ke P2 ( medium perbanyakan tunas ), satu atau dua kali sesuai kebutuhan. Tunas kecil dipindahkan ( disubkultur ) ke medium P1 lagi.
Perakaran
Tanaman kecil ( planlet ) dalam P2 ( medium perbanyakan tunas ) dipilih yang seragam kemudian dipindahkan ( disubkultur ) medium P3 ( medium perakaran ) untuk bisa melakukan proses perakaran. Bila planlet sudah berdaun 4 – 5 helai daun berarti sudah siap keluar untuk dilakukan aklimatisasi.
Catatan :
Dalam proses subkultur pada medium yang sama dapat dilakukan sampai 6 kali subkultur, baru kemudian bisa dipindahkan untuk diakarkan pada medium P3 ( medium perakaraan ). Dan seluruh proses subkultur dari awal sampai akhir ada baiknya jangan sampai melebihi 10 kali subkultur karena akan mengurangi kualitas planlet yang dihasilkan.
Aklimatisasi
Aklimatisasi dapat dilakukan secara majemuk pada bedengan di bawah tempat yang teduh atau secara tunggal pada gelas bekas aqua yang diisi tanah subur ditambahkan pasir dengan perbandingan 1 : 1 . Pada saat aklimatisasi ini umumnya 2 minggu dengan sungkup dan 4 minggu tanpa sungkup. Dan pada saat itu planlet sudah mencapai tinggi 20 – 25 cm.
Selanjutnya bibit siap ditumbuhkan dalam polibag.

Aklimatisasi dalam sungkup
Nursery
Tanaman perlu ditumbuhkan di nursery sampai mencapai tinggi 50 – 60 cm kemudian dipindahkan ke lapangan.

Pisang hasil kultur yang siap ditanam di lapang
sumber http://tissuecultureandorchidologi.blogspot.com/
Kultur kalus
Kultur tunas → lebih mudah propagasi
Kelebihan :
Bebas patogen tertentu kecuali penyakit virus : BBTV dan mosaik
Relatif seragam
Kelemahan :
Kurang tahan penyakit karena terbiasa diperlakukan penuh nutrisi.
Eksplan
Syarat-syarat eksplan yang baik :
Berasal dari induk yang sehat dan subur.
Berasal dari induk yang diketahui jenisnya.
Tempat tumbuh pada lingkungan yang baik.
Ukuran tunas optimal sekitar 5 cm tingginya ( biasanya ukuran tunas yang bisa dipakai sebagai eksplan adalah tunas yang berukuran antara 5 – 10 cm ), bukan tunas yang baru tumbuh atau yang sudah kelewat besar.
Untuk pisang kapok sering tunas perlu digali lebih dalam dari dalam tanah.
Untuk pisang jenis lain baiknya tunas yang kelihatan dari tanah ( Bahasa Jw : ngangkrik )
Tunas langsung diproses sesegar mungkin dan bila terpaksa jangan dimasukkan ke dalam kulkas.
Contoh eksplan pisang
Sterilisasi eksplan
Tunas hidup di atas tanah sering banyak tanah yang melekat perlu dibersihkan hal ini karena pada eksplan tunas pisang mengandung bakteri internal seperti Pseudomonas dan Erwinia. .
Tahapan sterilisasi eksplan :
Tunas dibersihkan dari sisik dan kulit luar satu lapis.
Tunas dicuci dan disikat dengan sabun sampai bersih kemudian ditiriskan.
Tunas diperkecil dengan dikupas seludangnya sampai berbentuk seperti kerucut di atas kubus ukuran 2 x 2 cm persegi.
Tunas dimasukkan ke dalam gelas piala bersih dan disterilisasi dengan kloroks 0,5 % selama 5 menit.
Bila perlu sterilisasi dapat juga dilakukan dengan sublimat 0,1 % selama 2 menit kemudian dicuci dengan air steril.
Pekerjaan no 1 sampai dengan no 5 dapat dilakukan di ruang terbuka.
Tunas diperkecil lagi setengahnya di dalam laminar air flow. Dan langsung disterilisasi dalam 0,5 % kloroks yang mengandung 0,5 / liter vitamin C selama 5 menit.
Selain cara di atas ada cara yang lain lagi dimana langkah pertama dan kedua sama seperti di atas.
Kemudian setelah tunas dibersihkan dari sisik dan kulit luar satu lapis, kemudian tunas direndam dalam larutan formalin 30 % ( setara dengan 10 % formaldehid ) selama 10 menit.
Setelah itu pelepah paling luar dibuang lagi satu lapis lalu tunas direndam lagi dalam larutan agrimycin 5 gram/ liter selama 12 jam.
Setelah 12 jam perendaman, tunas dicuci untuk menghilangkan sisa-sisa bakterisida. Setelah itu lalu dimasukkan dalam larutan kloroks / bayclin 50 % dan dibiarkan selama 15 menit.
Kemudian setelah itu dimasukkan ke dalam laminar air flow cabinet, pelepah tunas dibuka lagi sebanyak 1 – 2 lapis dan kemudian direndam ke dalam larutan kloroks 20 % selama 10 menit.
Setelah dibilas dengan air steril, tunas direndam ke dalam larutan betadine 20 % selama 10 menit. Ukuran terakhir tunas +/- 1 – 2 cm.

Sterilisasi eksplan di dalam laminar air flow

Eksplan dikupas lapisan bagian luarnya
Kemudian setelah proses sterilisasi eksplan selesai dilakukan eksplan ditiriskan di atas cawan petri beralaskan kertas saring steril. Eksplan siap di tanam dalam medium.

Eksplan yang siap ditanam
Medium kultur jaringan pisang
Medium kultur jaringan pisang pada dasarnya adalah medium MS dengan modifikasi vitamin dan hormon. Unsur makro dan mikro sama, dengan sedikit perbedaan yaitu sukrosa 30 gram diganti dengan D-glukosa atau dektrosa ( teknis atau p.a. ). Menurut pengalaman penggantian ini menyebabkan pertumbuhan lebih cepat.
Vitamin :
Biotin : 0,05 ppm
Myo inositol : 1 ppm
Thiamin : 0,4 ppm
Piridoksin : 4 ppm
Ascorbic acid : 5 – 50 ppm
Gula :
Dextrosa : 30 gram
Medium :
P1 : ½ MS + Vitamin + 5 – 7 ppm BA + 100 ml air kelapa
P2 : MS + Vitamin + 5 – 7 ppm BA + 100 ml air kelapa
P3 : MS + Vitamin + 2 ppm IBA / IAA + 0,1 kinetin + 100 ml air kelapa
Keterangan :
P1 : medium inisiasi tunas
P2 : medium perbanyakan tunas
P3 : medium perakaran
Untuk tiap jenis pisang susunan medium dapat diubah sesuai kebutuhan.
Pisang yang pertumbuhannya subur seperti Kapok memerlukan BA yang lebih banyak, dan auksin yang lebih rendah.
Tahapan penanaman :
Inisiasi Tunas
Tunas yang sudah siap tanam dimasukkan ke dalam medium P1 ( medium inisiasi tunas )
Eksplan dalam medium inisiasi tunas
Inkubasikan selama 2 minggu sampai terlihat warna kehijauan di eksplannya.
Kupas lagi eksplannya dengan cara aseptis sampai berukuran ½ nya. Tanam kembali sampai terlihat hijau lagi dan itu artinya eksplan hidup.
Eksplan berubah warna menjadi kehijauan
Belah eksplan menjadi dua bagian dan kemudian diletakkan titik tumbuhnya menempel pada medium. Tunggu sampai muncul tunas kecil dan berwarna putih seukuran 2 – 3 mm.
Sebagai catatan proses terjadinya multiplikasi tunas yang pertama biasanya terjadi antara minggu ke 8 – 12. Dan setelah terjadi multiplikasi tunas ini baru bisa dilakukan subkultur.
Perbanyakan tunas
Tunas yang tumbuh dipotong dan dipindahkan ( disubkultur ) ke medium P1 ( medium inisiasi tunas ) lagi dengan hati-hati, jangan sampai rusak.
Tunas yang sudah tumbuh banyak harus sering dipecah dan dipindahkan ( disubkultur ) ke medium P1 ( medium inisiasi tunas ) lagi.
Tunas yang cukup besar, besarnya seragam dan mulai mengalami differensiasi organ lain yaitu daun dipindahkan ( disubkulturkan ) ke P2 ( medium perbanyakan tunas ), satu atau dua kali sesuai kebutuhan. Tunas kecil dipindahkan ( disubkultur ) ke medium P1 lagi.
Perakaran
Tanaman kecil ( planlet ) dalam P2 ( medium perbanyakan tunas ) dipilih yang seragam kemudian dipindahkan ( disubkultur ) medium P3 ( medium perakaran ) untuk bisa melakukan proses perakaran. Bila planlet sudah berdaun 4 – 5 helai daun berarti sudah siap keluar untuk dilakukan aklimatisasi.
Catatan :
Dalam proses subkultur pada medium yang sama dapat dilakukan sampai 6 kali subkultur, baru kemudian bisa dipindahkan untuk diakarkan pada medium P3 ( medium perakaraan ). Dan seluruh proses subkultur dari awal sampai akhir ada baiknya jangan sampai melebihi 10 kali subkultur karena akan mengurangi kualitas planlet yang dihasilkan.
Aklimatisasi
Aklimatisasi dapat dilakukan secara majemuk pada bedengan di bawah tempat yang teduh atau secara tunggal pada gelas bekas aqua yang diisi tanah subur ditambahkan pasir dengan perbandingan 1 : 1 . Pada saat aklimatisasi ini umumnya 2 minggu dengan sungkup dan 4 minggu tanpa sungkup. Dan pada saat itu planlet sudah mencapai tinggi 20 – 25 cm.
Selanjutnya bibit siap ditumbuhkan dalam polibag.
Aklimatisasi dalam sungkup
Nursery
Tanaman perlu ditumbuhkan di nursery sampai mencapai tinggi 50 – 60 cm kemudian dipindahkan ke lapangan.

Pisang hasil kultur yang siap ditanam di lapang
sumber http://tissuecultureandorchidologi.blogspot.com/




